Laman

Selasa, 23 Januari 2018

0 MDPL

21.50

Ciiiaaattt...
Salam santai bin rilex,
Oke saatnya di episode #usahkisah .
#usahkisah adalah episode kita membagi pengalaman dalam berkemping riaa ataupun Traveling. Apa aja deh

Well, kali ini aku bakalan berbagi pengalaman saat traveling featuring kegiatan lingkungan di salah satu pantai dikota Malang.

Ah aku lupa itu hari apa,yang jelas pada bulan april 2016. Itu adalah pertama kalinya aku pergi kemping di pantai. Biasalah dulunya anak rumahan jadi jarang banget begituan. Jadi, tujuan kali ini adalah pergi ke pantai kondang merak.wahh....sumpriitt ini cerita berkesan banget

Saat itu aku bersama 2 rekanku bernama andi dan yofa,sudah bersiap akan berangkat di siang hari,karena di pagi harinya masih ada keperluan lain. Kami memutuskan untuk berkumpul di GOR Ken Arok pukul 11 siang (ini pagi ato siang ya..) ya jam segitulah. Saat itu aku start dari daerah malang kota yang harus kearah selatan untuk menuju meeting point. kuambil sepeda dan mulai mengendarai. tas dipunggung udah berasa kayak sekarung kentang, buntelan baju itulah sebabanya ditambah hawa panas jalan raya. Fix, aku seperti bau anak ayam yang bermandi terik matahari. Ditambah aku pake nyasar pula -_-" . Biasaaaa...model anak rumahan yang sok"an cari jalan pintas. Bukannya cepet,justru tambah lama karna harus memutari lebih jauh dari jarak normal -..-

Pukul 12 lebih,sampai lah di TKP ,sepertinya rekan-rekanku sudah seperti krupuk emping wkwkwk.. Gegara kepanasan+keanginan. Ga buang-buang waktu,kami langsung berangkat. Perjalanan cukup jauh dan normalnya menghabiskan waktu 2 - 2,5 Jam.

Ditengah perjalanan, yaa sekitar satu jam berkendara,sepeda rekanku tiba-tiba mogok dan ga mau nyala sama sekali -.-, diatas kami awan gelap sudah melambai.
"Duh pasti kehujanan deh" pikirku. Ga lama,hujan sangat deras dan kami masih ditempat yang sama. Diutak atik tetep ga bisa jalan. Al hasil kami memutuskan membelah hujan sambil menderet sepeda tersebut. Untungnya salah satu rekanku membawa tali. Tali apa itu ya... (talinya lebar dan kuat dah )

Baru saja jalan,bebatuan uda bikin sepeda kami geal geol kayak bebek wkwkwk.... Karna arus air hujannya gede. Pelaaan sekali,mungkin masih cepetan aku lari deh....

Kami bertiga di selimuti rasa dagdidug,laper sambil kedinginan
Terutama aku

Jadi saat itu,suasana berasa .......

To be continue :P

Minggu, 02 Juli 2017

Travelling hemat waktu dan uang dengan staycation

22.38

Yey akhirnya dapat liburan,  tapi liat dompet kok tipis ya?
Atau sebaliknya wah gaji udah banyak tapi ga ada waktu buat liburan cuma punya sehari yang pasti kalo liburan ga maksimal jadinya.
Lha iki beh rileks ojo panik.  Umak osi staycation, sebelum lebih panjang staycation ini aku juga baru tau kebetulan pas baca - baca blog nya mba trinity ya staycation. Menurut berbagai sumber yang bisa percaya gak percaya stay = menetap dan cation = vacation jadi intinya liburan yang menetap bukan nomaden hihihi.
Dari awalnya yang memang hampir 3 minggu ga kemana - mana harus kreatif juga buat cari hiburan dengan kondisi kaki yang kemarin juga belum bisa di buat capek - capek akhirnya staycation jadi sebuah aroma parfum baru yang semerbak dan itu sperti saat umak gak mandi selama seminggu dan tiba - tiba umak disiram parfum segalon.  Jadi mending mandi aja parfum mahal beh.
Dari situlah semangat muncul kita ga perlu murung lagi liburan itu ga ada batasan nya jadi yang batasin ya "utekmu" yang liburan itu harus jauh, ke tempat yang instgrammable, mahal, butuh waktu untuk mencapainya dan naik gunung mungkin.
Staycation ini umak bisa mulai melihat apa yang ada di hamur semisal;
1. Yang mesti kamu coba hilangkan kebisingan dunia sosial media vacation ga hanya pamer foto instagrammable tapi tenang tanpa ada gangguan itu liburan lho. Mulai dengan mode pesawat, nyalakan musik penentram, mungkin bisa dengan mencoba mengunci pintu rumah dengan tidak menerima tamu.
2. Cobalah untuk sesekali main ke tetangga sekedar berbincang pasti untuk saat ini banyak yang mulai tidak kenal tetangga.dari sini umak bisa mulai mengakrab dan bersosialisasi dengan sekitar yang pada dasarnya pasti ndak begitu kenal dari situ juga bisa mengorek banyak pengetahuan seperti mungkin saat kita travelling dan mencari informasi ke masyarakat lokal tengger misalnya yang ndak kenal dan kita ingin tahu,  sama kan?
3.

Jumat, 09 Juni 2017

SEMILIR OKSIGEN DI PULAU MADURA

17.48


Aloha Sahabat Camping.. gue balik lagi, nih. Kemarin gue udah bernostalgia dengan petualangan dungu gue di Semeru. Kali ini gue bakal cerita tentang cerita camping gue pulau kelahiran gue, Madura. Horeee.. yang orang Madura Merapat. Kita pelukan ala teletubis, yok.

Di tengah perantawan kayak gini, kadang kala gue merasa kangen sama tanah kelahiran gue, Madura Island. Tapi apalah daya kaki tak sampai. Gue kangen semua yang ada di Madura, mulai dari bukit-bukitnya yang sering kali gue sebut gunung, pantai-pantainya, gua-gua kapurnya, sawah tembakau, sawah garam, tambak ikan dan ikan-ikannya yang kita gak usah beli mahal tapi udah puas makan ikan, dan nelayan-nelayannya, sungainya, makanannya yang asin, dan semuanya yang membuat pulau ini sangat dirindukan. *Tumben gue ngomongnya bener.

Mendengar kata Madura, apa yang petama kali terlintas di benak kalian. Panas? Gersang? Orangnya kasar? Kerapan sapi? Banyak ikan? Pulau garam? Banyak pembacok? Pulau terpencil? Atau lu jadi inget Pacar? Mantan? Mertua? Calon mertua? atau apapun lah.  Gue yakin kalian punya deskripsi sendiri jika mendengar kata ‘Madura’.

Tapi yang gue tau, kebanyak orang menganggap kalo Madura itu penuh dengan hal yang gak positif, bukan hal negatif juga sih, tapi ya gak positif aja. Gue maklumi aja sih. Tiap orang punya pendapatnya masing-masing.

Di luar semua anggapan itu, percaya atau enggak, Madura itu negara yang kaya, loh. Kalau dilihat dari sudut pandang pariwisatanya sih, Madura juga punya banyak tempat yang sebenarnya layak untuk dikunjungi. Terutama wisata baharinya. Beeeeuh, wajib coba ke sini lu. Ke Madura.

Kalo lu ke Madura, nanti lu bakal di sambut dengan tari-tarian hop-lahop dari masyarakat setempat yang menggunakan baju adat setempat sambil pegang celurit terus dilanjut dengan acara bacok-bacokan, bacok-bacokan daging sapi, ya. Jangan salah paham. Abis itu lu bakalan dijemput dengan kapal pesiar. Tapi itu masih wacana, sih. Mungkin akan terlaksana kalo Madura udah mengalami perluasan wilayah.

Salah satu tempat yang recomended banget buat lu berwisata bahari ala bule-bule darat itu di Kabupaten Sumenep. Di Sumenep, lu tinggal nunjuk aja pulau mana yang pengen lu datengin. Di sana banyak banget pulau, men. Bahkan masih banyak pulau perawannya di sini. Bnyangin aja kalo lu berhasil ke pulau itu, berarti lu adalah orang pertama yang menjandakan pulau itu. Bayangin. Mantap gak tuh. Doooh...

Selain karena terkenal dengan keindahannya, pulau di sana juga ada yang terkenal karena jumlah oksigennya termasuk ke dalam kategori pulau dengan oksigen tertinggi menurut LAPAN, yaitu Pulau Gili Iyang. Bentar, lu pada tau LAPAN gak? Masak gak tau. Ya gue juga gak tau lah. Makanya cari  di google.
                
Nih, menurut hasil yang gue dapat di google.

Hasil pengukuran di lapangan oleh LAPAN (2006) dan analisisnya menunjukkan bahwa kadar oksigen di Gili Iyang dalam kondisi normal yaitu sebesar 20,9 %. Segarnya udara di Gili Iyang bukan karena kadar oksigen yang tinggi, tetapi karena udaranya bersih dari zat pencemar.”

            Itu berdasarkan penelitian tim LAPAN atau yang tidak biasa kita sebut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang diluncurkan pada tahun 2006. Gue telat banget yak ngasih taunya. Udah berapa tahun berarti? Satu.. dua.. udah sebelas tahun berarti ya. Tapi tenang aja, di sana itu masih kejaga banget kelestariannya. Kemarin aja, gue dan temen-temen masih jadi orang pertama yang mengeksplor pulau Gili Iyang itu. Pulau Gili Iyng ini hanya terdiri dari dua desa kecil dan wilayahnya emang gak gak terlalu luas, jadi lu bisa mengelilingi pulau itu dengan jalan kaki atau perahu. Tapi kalo lu tawafnya pake kaki, lu siapi fisik sama mental aja, ya. Saran aja.
            
Tempat yang mengandung banyak oksigen di Gili Iyang terdapat di salah satu desa di sana dan gue lupa namanya. Yang pasti tempatnya biasa aja sih sebenarnya. Rasanya juga biasa aja. Tapi katanya, kalo lu pengen merasakan perbedaan tempat dengan kadar oksigen tertinggi ini lu harus tidur di situ di daerah situ dan rasakan kedahsyatannya pas lu bangun tidur. Lu akan berubah menjadi manusia ubur-ubur yang mampu bernafas dengan oksigen yang ada di udara bebas. Ya enggaklah. Kata masyarakat setempat, kalo lu pagi-pagi ada di situ, lu bakal merasakan nikmat kesegaran dari tiiiiiiit (iklan teh). Ya intinnya lu harus berlama-lama aja di situ.

Tapi emang sih, yang gue rasakan di sana itu lebih sejuk dari tempat lain. Gak tau juga sih. kata temen-temen gue sih biasa aja. apa itu sugesti gue, gue gak tau. Tapi selain kadar oksigen di tempat itu tinggi, di sana juga didukung dengan banyaknya pohon-pohon rindang yang tumbuh di sana. Jadi, ya enaklah buat ngadem. Secara kan Madura emang panas, sih. Jujur aja, nih.
       
Oke lanjut. Di Gili Iyang lu gak cuma bisa eksplor tempat yang mengandung oksigen tertingginya. Di sana juga banyak tempat lain yang bakal memanjakan kalian yang haus akan kasih sayang. Ya enggaklah. Maksud gue, kalian yang haus akan petualangn.

            
Di sini ada banyak gua. Tapi semuanya adalah gue kapur (karst). Ada yang paling populer di pulau ini, yaitu Gua Gong. Jadi kenapa namanya Gua Gong? Ya bisa lu tebak sendiri lah. Yup, karena katanya di dalam gua itu terdapat batu yang kalo di pukul bakalan berbunyi kayak bunyi gong. Gue gak tau pasti, sih. Karena pas gue mau ke sini, gue malah nyasar ke mana-mana. Sial.

Ini kurang lebih gambar yang bisa gue tunjukkin pas di Gua Gong. 

Selain Gua  Gong, ada juga gua lainnya yang pecinta gua pasti suka, nih. Di dalem banyak stalagtit dan stalagmit yang keren, guys. Untuk ukuran gue karts yang gak terlalu gede, ini termasuk keren, Gan. Sumpah.


Nih stalagtit dan stalagmitnya di sana. Keren gak. Keren lah. Iya-in aja dah. 

Selain gua-gua tersebut, ada juga yang menjadi daya tarik di pulau ini, yaitu batu canggah. Penduduk setempat menyebutnya ‘Băto Cangghă” atau kalo kita artikan ke dalam bahasa Indonesia artinya menjadi Batu Pilar. Kenapa disebutnya begitu? Yup,  karena takdir. Cerdas.

Batu Canggah atau Batu Pilar.

Nih, bentuknya. Lu bisa deskripsiin sendirilah kenapa disebutnya batu pilar. Yang menarik dari batu ini, adalah letaknya yang langsung menghadap laut lepas. Kebetulan di bawahnya itu adalah jurang. Jadi gue saranin buat kalian yang baru diputusin mantan pacar, yang lagi banyak utang dan gak sanggup bayar, atau yang kebetulan gak sanggup liat mantan balikan sama mantannya yang dulu, gue mohon kalian jangan ke sini. BAHAYA. Ini emang tempat yang bagus buat kalian datengin, tapi tidak untuk membuang keputusasaan kalian. Oke?
            
Batu Pilar ini terletk di bagian mana dari pulau ini gue gk tau. Tapi yang pasti, saat gue ke sana gue sempet nyasar sampe beberapa kali. Dan waktu itu juga gue lagi bwa rombongan bapak-bapak yang lagi sepedan keliling pulau. Niatnya gue mau nganterin mereka ke sini, tapi berhubung gue juga lupa tempatnya, al hasil mereka malah ngomel-ngomel.

            “Neng kene, neng kono. Neng kono, neng kene!” Begitulah.

            Akhirnya dari situ gue menyadari kalo gue belum bisa jadi tour gaied.
            
Akses buat ka Batu Pilar ini emang masih sangat terbatas. Selain hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, jalan menuju ke sini juga masih harus melati sawah, lembah, bukit, lautan, samudera, dan.. dan..

            Gak ding.
            
Aksesnya emang cukup sulit. Selain harus melewati sawah-sawah dari penduduk setempat, jalan untuk menuju Batu Canggah ini masih sangat terjal berbatu. Ps gue sama temen-temen ke sana, kami bahkan sampai menggunakan tali sebagai pagangan. Jadi, kalian harus hati-hati. Pokoknya, savety first.
            
Banyak hal yang menjadi daya tarik pulau ini selain destinsi-destinasi yang udah gue sebutin tadi. Terutama budaya lokalnya. Tau gak, sih? Ternyata listrik di sana itu sangat sangat terbatas. Bahkan air bersih dan tawarpun juga masih terbata. Pas gue dan temen-temen gue jalan-jalan keliling desa, gue lihat banyak kincir-kincir angin yang berdiri di sana. jadi, dapat gue simpulkan bahwa masyarakat setempat menggantungkan listrik mereka dari tenaga angin.  Tapi gue liat juga banyak yang gak berfungsi, sih. Tapi gak tau sih kalo sekarang gimana keadaan mereka.
            
Untuk masalah air di sana, ternyata masyarakat harus membeli dan mendatangkan air tawar yang bersih untuk diminum dari pulau sebelah dan mengangkutnya dengan perahu nelayan. Sedangkan untuk air kebutuhan mandi, mereka masih menggunakan air sumur yang payau. Gue pernah nyoba mandi di salah satu rumah warga, dan ternyata airnya asin. Abis mandi bukannya gue merasa seger, malah gue merasa tubuh gue jadi makin lengket. Tapi masyarakat di sana mungkin udah biasa dengan hal tersebut, jadi hal itu gak jadi masalah untuk mereka.
            
Tapi di luar itu semua, masyarakat Pulau Gili Iyang baik-baik kok. Pas gue numpang mandi di sana, gue malah di kasih kerupuk khas di sana. Pas gue sama temen-temen kepanasan dan kehausan, mereka malah membawakan kami kelapa muda yang baru dipetik. Pas kami lapar dan pengen makan ikan, kami di kasih ikan dengan harga murah. Mantap, kan. Sebenernya orang Madura baik kok. Jadi jangan takut-takut ke Madura. Nanti biar gue yang nganterin. Biar gue bawa nyasar lagi. Haha..

Malam harinya, mereka menyuguhi kami dengan musik khas daerahnya. Keren. 
            
Oiya, masyarakat di sana selain sebagian besar menjadi seorang nelayan, mereka juga pandai membuat kerajinan tangan. Sepanjang jalan gue jalan-jalan di sini, gue melihat di beberapa rumah penduduk mereka lagi sibuk merangkai-rangkai sesuatu. Dan setelah dilihat lebih dekta, ternyata mereka membuat gelang-gelang yang terbuat dari rangkaian tali yang disimpul-simpul. Gelang itu ternyata nantinya akan di jual sebagai cendera mata. Keren.

           Gimana?

Pokoknya pulau ini recomended bangetlah buat kalian yang udah bosen sama gunung, sungai, sawah, kantor, kebun, sekolah, dan semua kebosanan kalian. Kearifan lokal di sini juga masih terjaga. Dateng aja ke Madura dan hirup oksigennya sebanyak-banyaknya.   



x

Kamis, 08 Juni 2017

TERJEBAK NOSTALGIA SEMERU

19.58


Gue dateng lagi nih guys. Seneng gak? Kalo lu pengen muntah, muntahin aja, kagak usah ditahan-tahan. Gue tau kok bau kaki lu udah melebihi bau bangke. Tapi bodo amatlah, yang peting Turu Ah Camping. Ya enggak? Iya aja dah.

Gue mau nyanyi dulu.

Semua yang kurasa kini..

Tak berubah sejak dia pergi..

Maafkanlah ku hanya ingin kembali ke Semeru..

Yeee.. lalalalalalalaaa...

Nih bentuk kegalauan gue sejak gue berpisah dengan Semeru. Lagu orang jadi gue ganti-ganti liriknya. Ah.. gue galau.

Tragedi ini dimulai sejak empat tahun lalu. Jadi pada tahun itu gue mulai kenalan sama yang namanya gunung. Gunung apaan? Ya gunung-gunung itulah. Yang pasti bukan gunung kembar yes.

Nah, jadi, empat tahun lalu gue mulai kenalan sama gunung. Gue mulai mendaki gunung sama temen-temen gue. Gunung pertama yang gue daki saat itu adalah Gunung Semeru. Gunung yang waktu itu lagi buming gara-gara film 5cm. Tau enggak sama film 5cm? Iya yang itu, yang ada manusia serigala naik hajinya. Ya itulah ya..

Lewat film itu gue sama temen-temen mulai menanam impian yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya. Yup, naik gunung. Gue sebelumnya gak pernah kepikiran bakalan naik gunung yang kayak Semeru  itu. Gue denger kata Semeru aja awalnya gak nyadar kalo itu nama gunung. Gue cuma familiar sama namannya doang, tapi gak tau itu nama apaan. Ya gitulah kedunguan gue waktu itu.

Oke cus. Gue udah nyampe Semeru nih ceritanya. Setelah melewati berbagai halangan dan rintangan untuk bisa nyampe di Semeru tentunya.
Berhubung gue sama temen-temen adalah newbi dan masih dungu banget perihal gunung, jadi banyak hal konyol yang telah gue lakukan di sana.
  1. Nyampe di Ranu Pane, gue sama temen-temen udah berbentuk kayak gembel goblok yng dengan dungunya udah pake segala macem baju penghangat sampe double-double. Gue aja waktu itu pake kaos yang didouble terus masih di-triple-in sama jaket yang juga didouble-in. Kumpluk juga udah dipake. Sarung tangan juga udah dipake. Untung waktu itu gak ada sarung tinju. Kalo ada mungkin gue bakalan make sarung tinju juga kali. Haha.. Lu bayangin aja sendiri. Gue yang semulanya kurus kerempeng, setelah memakain itu semua kayak orang ketempelan lemak dari leher sampe kaki. Sumpah, kalo inget kejadian itu, gue berasa mengingat kedunguan gue yang gak ketulungan.
  2. Kedua, masih seputar cerita di Ranu Pane. Nyampe di Ranu Pane itu suhunya emang lagi dingin sih. Ada kabut sama gerimis. Gue nafaspun sampe keluar asep. Gue sama temen-temen kan jarang dapet pengalaman beginian di daerah asal. Iyalah, orang daerah asal gue kayak gurun pasir. Alis panas, pake banget. Jadilah gue sama temen-temen menggila di sini. keliatan banget  katroknya gue. Padahal gak ada satupun dari kami yang sikat gigi sebelum cus ke Ranu Pane, mandi aja enggak. Ntapss dah. Dari awalnya keluar asep dari mulut kami, lama-lama malah keluar API. Ngokoooossss
  3. Kedunguan kami yang ketiga, terjadi saat perjalanan ke Ranu Kumbolo. Jadi, saat perjalanan ke Ranu Kumnolo itu sempet terjadi erupsi, entahlah apa namanya, yang pasti gue melihat ada sesuatu yang berjatuhan dari atas. Tapi bukan butir-butir hujan. Pas gue menadahkan tangan gue yang waktu itu laagi pake sarung tangan item, ternyata yang jatuh itu salju. Di tangan gue itu warnanya putih. Jadi dengan senengnya,  gue langsung lompat-lompat meluk temen gue terus gue bilang “Salju.. salju.. ini salju.." Emang dasarnya gue goblok dan bego sih ya. Abu dari Semeru gue kira salju. Dan bodohnya lagi gue malah kegirangan gak jelas sambil berpelukan kayak teletubis sama temen gue. BODOH, BEGO, GOBLOK, TOLOL. Itu gue dulu. Sekarang? Masih sama aja. Haha..
  4. Karena mungkin alumni gue tau kalo gue itu goblok dan bego, akhirnya gue dibodohi. Tiap kali gue nanya, Mas, masih jauh gak mas? Jawabannya selalu Enggak, abis ini kok. Tinggal muterin bukit ini, udah nyampe. Paling 30 menit lagi. Dan setelah 30 menit kemudian, setelah memutari bukit itu, gak ada tanda-tanda kalo kita udah mau nyampe di Ranu Kumbolo. Dan itu terjadi beberapa kali, dan parahnya gue masih aja percaya. Bego kan? Emang. Bahkan gue juga percaya kalo di Ranu Kumbolo nanti kami akan disambut sama sop buntut, soto, sate, dan makan-makan yang bikin gue waktu itu ngiler-ngiler darah.
  5. Di Ranu Kumbolo dingin banget, makanya kami butuh melakukn sesuatu yang bisa membakar tubuh kami biar panas. Tebak kami ngapain coba? Olahraga? Bukan. Pemanasan? Salah. Push up? Enggak juga. Yang kami lakukan waktu itu adalah joget Suling Sakti sama Buka Sitik Joss. Joss banget dah. Sampe diliatin pendaki-pendaki lain kami tetep aja lanjut. Emang efek dingin udah membekukan urat malu kami dah.

Nih, temen temn gue yang lagi adu joget ‘Buka Sitik Joss’. Josss banget dah.
Oke itu adalah sebagian kedunguan dan kekonyolan gue yang terjadi selma gue mendaki Semeru sama temen-temen gue. jadi dari semu kekonyolan itu terdapat banyak hikmah yan tersirat.
  1. Yang pertama itu, kalo ke gunung jangan terburu-baru untuk menggunakan perlengkapan yang belum terlalu dibutuhkan karena akn menyusahkan diri kalian sendiri di perjalanan.
  2. Bego dan dungu itu dalah hak segla bangsa, tapi jangan sampe ke-bego-an dan kedungu-an itu diketahui orang lain biar lu gak makin di-dungu-dungu-in.
  3. Ekspresikan diri kalian segila mungkin karena dengan kegilaan bisa bikin lu panas.

Itu. Supel sekal.

Sekian ke-absurb-an ari gue. Semoga hidup kalian gak gelap kayak gue, yes. Oke salam bau knalpot..



Bye..

Kamis, 01 Juni 2017

TURU AH CAMPING PRESENT

21.26
Oke, pertama gue mau ngucapin selamat buat kalian yang lagi gak ada kerjaan dan udah dengan senang hati mau baca tulisan gue yang absurb di sini. Ini pertama kalinya gue nulis sesuatu yang berbau asem manisnya traveling di blog baginian. Oh iyes, kebetulan gue diminta si empunya blog ini buat ngisi-ngisi blog ini dengan cerita-cerita seru tentang traveling biar blog ini bisa rame, katanya. Udah, lu tungguin aja. Bentar lagi ini blog bakal gue bikin rame. Gue udah persiapan tabung gas sama korek api. Bakal gue bakar nih blog biar rame. Asal lu jangan ngomong-ngomong sama yang punya. Diem aja.

Oke lanjut. Pas gue nulis tulisan ini, jangan bayangin gue lagi duduk manis di depan laptop dengan segelas teh manis di tengah sunset atau sunrise, PLIS JANGAN.
Waktu gue nulis tulisan ini sebenernya gue juga dalam keadaan gabut, otak gue kosong, badan gue kejang-kejang dan mata gue putih seputih-putihnya, item-itemnya musnah. Persis kayak orang ayan di kandang ayam. Posisi gue nulis aja gak duduk, tapi kayang. Tragis banget dah idup gue. Yah.. lu bayangin sendirilah kayak gimana posisi gue waktu nulis ini. Dedikasi gue emang tinggi sih sampe kelewat batas.  

Oke, mari kita kenalan dulu. Kalo kenalan pake nama dulu, ya?

Ya enggaklah, pake ukuran sepatu dulu. Gimana, sih. Ya iyalah nama. GOBLOK.

Ya udah, sih. Biasa aja. TOLOL.

Sorry guys. Kadang gue emang kayak gini. Suka berantem sama diri sendiri karena perbedaan pendapat. Kadang gue suka berantem sama diri sendiri gara-gara bingung mau make sandal dari yang kanan atau dari yang kiri dulu. Okelah, forget it guys. GAK PENTING.

Langsung kenalan, ya..
Jadi nama gue.. siapa ya? Oh yes, nama gue *tiiiit.. tapi lebih dikenal dengan *tiiiit..
Gak ding becanda. Nama gue Nurul Laili and you can call me Oyong, Uwo, Ulul, Nurul, atau Bau knalpot. Suka-suka lu aja dah. Asal jangan manggil gue dengan nama bapak gue. Gue tabok kanan kiri lu.

Btw, bau knalpot adalah nama beken gue akhir-akhri ini. Berawal dari nama asli gue yang gak bisa dibuat sebagai user instagram karna terlalu pasaran. Jadilah gue pake nama bau knalpot untuk semua akun media sosial gue biar gak ada yang nyama-nyamain lagi.

Nama gue udah, gimana dengan nama blog ini? Dari nama domainnya aja kita semua udah pada tau kalo namanya adalah Turuahcamping.com atau yang lebih lumrah dibaca Turu Ah Camping.

Jadi Turu Ah Camping ini adalah travel blog yang nantinya akan diisi dengan tulisan-tulisan mengenai traveling. Intinya, blog ini nantinya akan memberikan kalian semua pencerahan tentang dunia traveling yang gelap. Selain itu, yang membuat blog ini menarik adalah penulisnya. Iya tau, gue emang menarik tapi yang membuat ini jadi lebih menarik lagi adalah gaya-gaya kepenulisan di sini yang berbeda-beda sesuai dengan karakter si penulis. Iya, maksudnya dalam blog ini nantinya akan diisi oleh beberapa penulis yang akan memberikan kalian dongeng tentang dunia petualangan yang akan membuat kalian ngiler-ngiler darah.

Tulisan yang ini aja udah beda jauh sama tulisan yang awal yang terkesan lebih kalem dan menampakkan anak baik-baik. Nah gue? Gue terlalu alim. Alimbezzz.
Oh iya, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa namanya Turu Ah Camping? Kenapa bukan yang lain?
Ya suka-suka gue dan temen-temen gue lah.
Gaklah. Canda. Jangan sakit ati, yak.

Jadi kenapa namanya Turu Ah Camping, kenapa bukan yang lain? Karena...
Karena Colombus juga manusia. Colombus juga butuh tidur. Tapi dia memilih untuk berlayar keliling dunia untuk Turu Ah Camping. Jadi dalam perjalan, dia juga tidur, rilex, santai, dan menikmati perjalannnya. Karena menurutnya dengan berlayar, traveling, dan keliling dunia dia menemukan ke-rilex-an yang lebih dari sekedar tidur di rumahnya. Jadi mending dia Turu Ah Camping aja. Menciptakan keseruannya sendiri dalam traveling.
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcgntr9rb_EwGpeigd6LfB5H46YN4qDmJhVZpvqFjhUWwMeq6a76hYn82DUQAHlWlcHg1Ys18kyFQoxnqtu6EBE31RZ720rTM0mW0oiY_v715xfCvcYLPhQYNLgFdSDLDAnFuw4efPbz1k/s1600/2.jpg
Nih waktu Colombus ngajak temen-temennya main buat keliling dunia. Temen-temennya awalnya nolak, cuy.
                “Turu ah, Bus. Maleslah keliling dunia. Capek!”

             “Ah elu, nanti kita keliling dunianya sambil cari cewek kayak Manohara. Masak lu gak mau?”
                “Emang ada yang secantik Manohara?”

                “Gak tau aja lu. Entar gue cariin selusin dah. Di Afrika banyak noh!”

                “Ya udah yuk, ladub ladub.. ANGKAT JANGKARNYA KAWAN-KAWAN..!!!”

Jadi gitu ceritanya..

Oke sementara ini dulu dari gue (@bau_knalpot). Semoga hidup kalin gak suram setelah baca tulisan ini yes. Gue mau Turu Ah Camping sambil ngangon mimpi dulu. Nanti gue ceritain lagi cerita-cerita gue yang penuh dengan bau knalpot di waktu berikutnya.


Bye..

Senin, 08 Mei 2017

Perhatikan beberapa hal ini dalam traveling kalian, Terlebih Wanita.

06.25

Menghadapi era yang sedang demam traveling, apalagi wanita yang mengidamkan bermalam di antara lembah atau disamping sejuknya danau , ataupun hangatnya pantai, beberapa tips ini akan membuat perjalananmu semakin nikmat

1). Pastikan tujuanmu
Sebelum keberangkatan bersama rekan-rekanmu ataupun keluargamu pastikan dulu, tujuan destinasimu, check terlebih dahulu kondisi alamnya seperti trek, cuaca & suhu. Dengan begitu kamu bisa memperkirakan bawaan apa saja yang pasti dibutuhkan dan mempersiapkan plan B jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Karna setiap destinasi memiliki kebutuhan perlengkapan yang berbeda.

2). Check Perlengkapan
Siapkan barang bawaan kamu sesuai tujuan ya,cek ulang kembali perlengkapan campingmu H-2 sebelum keberangkatan, dengan jeda 1 hari sebelum keberangkatan, kamu bisa menukar/mencari pengganti yang lain jika perlengkapanmu rusak / kurang layak. Tidak lucu juga ketika kamu tetiba menghadapi badai dengan frame tenda yang patah ataupun tidak di lengkapi flysheet.

3). Bersama teman yang berpengalaman
Sederhana sih, tapi ini lumayan penting lohh, dengan traveling bareng teman yang sudah berpengalaman,setidaknya kamu akan mendapatkan gambaran dari tujuanmu. Dan kamu lebih matang untuk mempersiapkan segala nya, mulai dari fisk, logistic , bawaan dan mentalmu juga loh

4).Tanggal Bulanan
Yaapp, ini adalah 1 hal yang bisa membuat para wanita kalang kabut jika, mendapatkan bulanan di tengah perjalanan. Alangkah baiknya sebelum merencanakan travelingmu, lihat juga tanggal bulananmu,jika berdekatan wajib bagimu membawa bawaan ekstra untuk antisipasinya. Semua akan baik-baik saja kok jika perbekalanmu lengkap.

5). Fisik dan mental
Pastinya akan lebih enak jika berpetualangan dengan keadaan fit dan tanpa beban. Jangan sampai kamu memaksakan diri, dengan tetap melakukan trip dengan kondisi tubuh yang sedang sakit ataupun memiliki tanggungan yang bisa membuat mentalmu kacau (nikahan mantan misalnya…ehh) –abaikan ini-- . selesaikan tugas ataupun pekerjaanmu sebelum keberangkatan sehingga kamu tak lagi memiliki tanggungan itu akan membuat tripmu semakin rileks.

Hal Penting untuk tetap Kebersihan “super” saat mendaki ; Ladies wajib baca

06.23

beberapa tahun ini kita lagi demam dengan aktivitas outdoor,dimana para pemuda pemudi pada unjuk kemampuan mendaki, yap salah satu opsi pertama yang lagi ngehits serta di gandrungi banyak orang.
Tak luput bagi para ladies yang berawal dari anak rumahan yang semua serba tersedia dan bersih akan dikagetkan dengan kondisi outdoor yang masih belum jelas keadaannya

Bicara soal wanita pasti kita sudah membayangan hal yang super kompleks dengan kebutuhan feminimnya,dari kebutuhan make up ataupun kebersihannya. Kaum hawa memang menuntut agar semua berjalan dengan keadaan bersih dan higeinis.

Banyak trip yang kurang berkesan ataupun tak nyaman dengan yang satu ini,khususnya wanita
Tralaaa….. kebersihan “super” . tak sedikit para ladies akan merasa canggung dan ragu untuk memulai sebuah petualangan yang masih asing baginya, namun hati ingin mencobanya
Bagi para ladies pemula dan masih merencanakan trip kalian. Ini ada 6 hal penting untuk,mari simak

1). menjaga tetap nyaman dan kering
Nyaman adalah syarat utama bagi kaum hawa terlebih dengan aktivitas yang melebihi biasanya, yang juga akan berimbas pada kelembapan area “super” .bagi wanita tingkat kenyamanan berbeda,, namun kebanyakan wanita akan nyaman bila area pribadinya tetap bersih dan kering, beberapa hal yang ditimbulkan jika area itu lembab atau kotor akan menimbulkan rasa gatal,aroma tidak sedap dan lainnya . jadi ciptakan rasa nyaman itu ya ladies, agar kalian bisa menikmati perjalanan.

2). Gunakan saputangan/tisu
Masih berkaitan dengan nomer satu, untuk menjaga kenyamanan dan keadaan kering , saat kalian ingin buang air kecil/besar bawalah sapu tangan atau tissue untuk mengeringkannya

3). Bijaklah menggunakan tissue basah
Banyak dari para ladies akan sering menggunakan tissue basah saat kegiatan outdoor, terlebih saat setelah BAK/BAB. Namun janganlah terlalu sering menggunakan benda yang satu ini yaa, karna selain penggunaan tissue basah dapat mengubah Ph area pribadi wanita , itu juga bisa membunuh bakteri-bakteri baik yang justru melindungi dari berbagai penyakit. Kalian bisa membasuh ulang jika persedian air memungkinkan.

4). Cepat berganti jika sudah merasa tak nyaman
Setelah menjalani perjalanan jauh , pastinya tubuh akan merasa lengket akibat keringat yang dikeluarkan oleh tubuh , tidak terlepas area pribadi wanita , walaupun kalian tidak atau jarang pergi ke tempat yang bisa disebut semak-semak untuk sebuah ritual rutin,area “super” kalian akan terasa lembab oleh keringat dan itu akan memicu tumbuhnya bakteri yang bisa menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman
Jadi cepat ganti jika kalian sudah merasa tidak nyaman.

5). Jangan memakai cd yang terlalu ketat
Ini memang simple tapi sangat berpengaruh dengan aktivitas kalian loh ladies, kalian akan mudah berjangkah/melangkah tergantung pada pakaian yang kalian kenakan
Terutama cd,pakailah yang longgar janga terlalu ketat, karna daerah pribadi kalian juga membutuhkan nafas dan sirkulasi udara untuk tetap sehat.

6). Jangan malu
Yang terakhir, janganlah kalian malu pada team kalian, jika kalian merasa kurang nyaman dan ingin kebelakang / berganti pakaian ,
Sesuaikan kebutuhan “super” kalian dengan jumlah hari yang akan kalian habiskan, jangan gengsi jika harus membawa banyak pakaian “ganti”.walaupun beberapa beranggotakan laki-laki, mereka akan memahinya namun tetap pada batasannya ya ladies hehehe :D

Sekian 6 hal penting bagi kemaslahatan perjalanan kalian (hehe…) take enjoyed

like fanspage Turu Ah Camping

follow instagram @turuahcamping